DIDOMA

Artikel tentang ilmu pengetahuan umum dan ilmu komputer

Translate

Menjadi manusia paling kaya



Siapa sih yang gak mau menjadi orang kaya. Pasti kita semua mengidam-ngidamkan menjadi orang kaya. Ya nggak vroh?

Waktu kita masih remaja, saya yakin 100% bahwa kita semua pasti menghayal sesuatu yang indah-indah. Contohnya seperti mempunyai mobil bagus. mempunyai istri yang cantik/cowok ganteng. Tinggal di rumah mewah. Menjadi pahlawan kesiangan atau lain sebagainya.

Itu wajar vrooh, karena itu merupakan keadilan dari Allah SWT yang memberikan angan-angan kepada kita semua umat manusia agar kita bisa mempunyai mimpi yang harus dicapai. Supaya seseorang mau belajar dan berusaha keras untuk mewujudkannya.

Kalian nggak percaya? lihat saja film atau sinetron. Di situ pasti ada tokoh yang sangat kaya raya, mereka mengendarai mobil bagus, mempunyai banyak uang, rumah mewah, istri yang cantik dan juga kelihatan keren dan jago berantem. Itu lah gambaran dari bayangan manusia sebenarnya.

Ciri-ciri orang kaya adalah orang yang mempunyai materi yang melimpah, orang yang mempunyai mobil mewah di garasinya, orang yang memiliki sawah yang luas, orang yang memiliki banyak perhiasan di tangan, leher, kuping dan kaki ( penjual emas kali ah ), atau orang yang memiliki pangkat atau jabatan tinggi.

Itu semua adalah kriteria menurut orang yang dinyatakan kaya. Ingat... cuma kaya ..bukan paling kaya. Banyak orang kaya bisa menjadi paling kaya atau bahkan bisa juga tidak, itu semua tergantung dari akhlak dan perbuatan dari diri mereka sendiri.

Jika kita bisa menjadi orang yang paling kaya, ngapain menjadi orang kaya.

Belum tentu juga kan kalau orang kaya bisa menjadi pling kaya.

Masih bingung ya? coba baca artikel ini sampai selesai

Menurut buku yang saya baca yang berjudul La Tahzan "Jangan Bersedih" yang dikarang oleh Dr. 'Aidh al- Qarni.

Pengertian orang yang paling kaya sebenarnya adalah orang yang rela hati dan puas dengan setiap pemberian dari Allah SWT; baik berupa raga, harta, anak, tempat tinggal ataupun bakat kemampuan. Dan, makna inilah yang tersirat dari ayat Al-Qur'an berikut

"Sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yag Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk termasuk orang-orang yang bersyukur." [Qs. Al-A'raf:144] 



Sebagian besar ulama salafus salih dan sebagian generasi awal umat ini adalah orang-orang yang secara materi termasuk fakir miskin. Mereka tidak memiliki harta yang berlimpah, rumah yang megah, kendaraan yang bagus dan juga pengawal pribadi.

Meskipun demikian, mereka ternyata mampu membuat kehidupan ini justru lebih bermakna dan bahagia. Yang demikian itu, adalah karena mereka senantiasa memanfaatkan setiap pemberian Allah SWT di jalan yang benar.

Dan karena itu pula, umur, waktu, serta kemampuan mereka menjadi penuh berkah.

Begitu pula sebaliknya. Orang-orang yang diberi karunia kekayaan yang melimpah ruah, anak yang banyak, dan nikmat yang berlimpah.

Tetapi semua itu justru menyebabkan diri mereka senantiasa merasa penuh penderitaan, kecemasan, dan kegelisahan. Adapun penyebabnya adalah karena mereka telah menyimpang dari fitrah dan tuntunan hidup yang benar.

Ini menjadi bukti nyata bahwa segala sesuatu (kekayaan, anak, pangkat, jabatan, kehormatan, dan lain sebagainya) adalah bukan segala-galanya.

Jika Anda ingin bahagia maka terimalah dengan rela hati bentuk perawakan tubuh yang diciptakan oleh Allah untuk Anda, apapun kondisi keluarga Anda, bagaimanapun suara Anda, serta seberapa baguskah daya tangkap pemahaman Anda.

Banyak sekali hadist serta contoh teladan yang menerangkan tentang hal ini. Banyak orang kaya raya yang bisa dengan tenang bisa menikmati hasil jerih payahnya, karena dia selalu mensukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Akan tetapi ada juga yang tidak sebagaimana firmanNya

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku. "[ QS. 2:152]

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." [QS. 14:7]

sumber hadist di atas saya kutip dari https://belajarsyukur2012.wordpress.com/2012/10/13/ayat-dan-hadits-tentang-bersyukur/ . Untuk hadist lainnya silahkan cari sendiri di kitab suci Al-qur'an sekalian ngaji biar hati menjadi tenang dan tentram.


Orang yang selalu mensukuri nikmat Allah SWT serta menggunakan harta kekayaannya hanya di jalan-Nya dan menerima setiap pemberian Allah SWT dengan rela hati. Niscaya dia akan menjadi orang yang paling kaya.



Baca juga
Iman adalah kehidupan



Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Menjadi manusia paling kaya"

tinggalkan komentar di bawah ini