DIDOMA

Artikel tentang ilmu pengetahuan umum dan ilmu komputer

Translate

Yang tampak sengsara mungkin bermanfaat


Sering kali orang-orang mengatakan kalau sengsara itu tidak lah enak. Banyak orang yang tidak mau sengsara karena ketidak enakan tersebut. Apakah kalian mau sengsara? pasti tidak ada jawaban lain selain TIDAK.

Bahkan orang yang sengsara pun jika ditanya. Apakah kamu menginginkan hal tersebut terjadi? pasti mereka juga akan mengatakan tidak. Namun dibalik kesengsaraan tersebut pasti ada hal tersembunyi jika kita menyikapinya dengan positif dan dapat mengambil hikmah dari kesengsaraan tersebut.

Banyak sekali contoh-contoh yang mendapatkan kesuksesan ataupun hidayah setelah dia sengsara.

Di Indonesia sendiri yang terkenal adalah Ust. Yusuf Mansur, beliau pernah mendekam di penjara karena terlilit hutang yang diakibatkan oleh usahanya yang selalu gagal. Di penjara beliau bisa menghafalkan Al-Qur'an.

Ada juga kisah ustadz Jefri yang sempat juga menjadi pecandu narkoba
( sumber : http://www.muslimdaily.net/opini/special/kisah-uje-dari-maksiat-menjadi-ustad.html )

Dan banyak lagi orang yang sukses yang berawal dari kondisi minus.

Dari buku yang saya baca. Willian James berujar, " Penderitaan telah membantu kita untuk mencapai suatu batas yang tidak pernah terbayangkan. Andaikata Dostoyevsky dan Leo Tolstoy tidak mengalami kehidupan yang pahit, keduanya tak akan sukses menulis memoar dan novel-novel yang mengagumkan dan abadi hingga saat ini."

Dengan demikian, penderitaan adalah salah satu penyebab tumbuhnya kreativitas, produktivitas, kemajuan, dan kontribusi.

Seorang penyair berkata,
"Kadangkala Allah menganugerahkan nikmat dengan cobaan, walaupun sangat besar. Dan, telah menguji sebagian kaum dengan nikmat".

kalian pernah mendengar cerita kalau ada orang kaya raya tiba-tiba menjadi miskin. Atau sebaliknya. Orang miskin menjadi kaya.

Begitulah kehidupan seperti roda yang berputar. Kadang di atas dan kadang di bawah. Dimana kita diharuskan selalu ingat pada Allah dimanapun kondisi kita sekarang. Entah di atas atau di bawah.

Banyak kita jumpai orang-orang yang dengan ketidaksempurnaannya masih mempunyai semangat untuk berjuang dalam hidup ini. Tak jarang pula kita jumpai orang yang dengan kekurangannya pasrah dengan keadaannya dengan meminta-minta kepada orang lain.

Dengan begitu kalian sudah tau, mana orang yang bermanfaat dan mana yang tidak. Jika ada orang yang memiliki kekurangan masih berusaha dan tidak patah semangat dalam hidup ini, bahkan tak jarang ada yang memiliki prestasi.

Itulah mereka yang percaya dengan kekuatan Allah. Mereka percaya bahwa Allah bersama mereka. mereka percaya Allah akan menolong mereka.

Berikut ini contoh kisah yang dalam keadaan sengsara bisa berkreativitas dan berproduktivitas

Ibnu Atsir menulis buku-bukunya yang mempesona seperti Jami' al-Ushul dan An-Nihayah dalam keadaan ia tidak bisa berjalan.

As-Sarakhi menulis bukunya yang terkenal Al-Mabsut yang berjumlah lima belas jilid saat ia dipenjara di bawah tanah.

Ibnu Qayyim menulis bukunya Zadul Ma'ad saat ia berada di dalam perjalanan.

Para ahli hadist mengumpulkan ratusan ribu hadist saat mereka berada dalam keadaan miskin dan terasing.

Abul A'la al-Ma'arri mendiktekan kumpulan sajaknya justru saat dia buta.

Itulah sebagian kecil dari contoh yang dapat memanfaatkan kesengsaraannya dengan berkarya.

Sekian mengenai "yang tampak sengsara mungkin bermanfaat". Semoga bisa bermanfaat



Baca juga
Iman adalah kehidupan
Ujian dan cobaan merupakan karunia di Allah


Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Yang tampak sengsara mungkin bermanfaat"

tinggalkan komentar di bawah ini